Tafsir Surah Al Mulk Ayat 15 Mengandung Banyak Faedah


Tafsir Surah Al Mulk Ayat 15 Mengandung Banyak Faedah
Tafsir Surah Al Mulk ayat 15- - - Al qur'an sebagai salah satu mukjizat Nabi Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam, di dalam Al qur'an banyak terdapat surat-surat yang berisikan tentang keagungan Allah subhanahu wata'ala, salah satunya terdapat dalam surat Al mulk yang terdapat didalam juz 29, surat Al mulk surat ke 67 dimana didalamnya terdapat kandungan tentang keagungan Allah subhanahu wata'ala. salah satunya dalam tafsir surat Al mulk ayat 15.


Allah ta’ala berfirman: “Dialah yang yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rizkiNya. Dan hanya kepadanyaNya-lah kamu (kembali setelah dibangkitkan.” (Al Mulk: 15)

Ayat diatas menjelaskan bahwa Allah telah menjinakkan bumi sehingga mudah ditanami, digali, dibangun, diatasnya berbagai macam bangunan, dan tidak menjadikannya liar dan sulit bagi orang yang ingin memanfaatkannya.

Allah juga menjelaskan bahwa Dia telah menjadikan bumi sebagai tempat berteduh, tempat istirahat, tempat tinggal, dan tempat bernaung. Dia juga telah menghamparkan dan membentangkannya, mengeluarkan dari air dan rumputan, memperkuatnya dengan gunung-gunung, membangun di atasnya jalan dan lorong-lorong, mengalirnya darinya sungai dan mata air, serta mengeluarkan darinya berbagai macam makanan.

Diantara keutamaan bumi adalah bahwa semua hewan, rizki dan makanan keluar darinya. Jika Anda menanam sebuah biji tanaman saja diatasnya, maka akan keluar darinya hasil yang berlipat ganda. Bumi telah memikul beban berat diatasnya, akan tetapi dia mengeluarkan sesuatu yang baik dan bermanfaat dari perutnya, dia menelan segala sesuatu yang jelek kemudian mengeluarkannya menjadi sesuatu yang lezat.

Faedah lainnya adalah bahwa dia menutupi kejelekan manusia, melindungi keindahan tubuhnya, serta mengeluarkan darinya makanan dan minumannya. Dia sangat sabar menghadapi segala siksaan, dan paling banyak member manfaat. Namun demikian, tidak ada sebutir debu pun yang diperlakukan dengan baik oleh manusia walaupun dia telah memberikan banyak manfaat kepadanya.
Maksudnya, Allah telah menjadikan bumi baik bagi kita, seperti seekor unta yang jinak, yang bagaimanapun ditunggangi dia akan menurut.

Sungguh sangat pas gambaran ayat yang mensifati bumi dengan jinak, dimana orang berjalan diatasnya dapat berjalan dengan santai. Maka dari itu kata manakib disini ditafsirkan dengan gunung, sperti manakib al insan yang artinya bagian atasnya. Mereka mengatakan, “ayat diatas merupakan peringatan agar manusia bisa berjalan diatasnya lebih mudah. Sekelompok lain berkata, bahwa arti manakib ini adalah penjuru atau arah, sehingga kata manakib al insan berarti arah manusia.

Yang lebih realistis adalah pendapat yang mengatakan bahwa makna manakib adalah bagian atas. Karena pada bagian atas inilah hewan berjalan bukan pada arah atau penjurunya. Permukan bola adalah bagian atasnya dan berjalan bisa dilakukan diatas permukannya. Maka tepatlah pernyataan ayat diatas, yang menggambarkan bumi dengan jinak.

Kemudian Allah memerintahkan kepada mereka untuk memakan rizkiyang telah dipersiapkan didalamnya. Allah telah menjinakkan bumi bagi mereka,sehingga mereka dapat membuat jalan untuk melintas diatasnya, dipersiapkan diatasnya rizki mereka, sehingga mereka dapat membangun tempat tinggal untuk datang dan pergi serta mempersiapkan makanan bagi para penghuninya.kemudian diingatkan “kepadaNya-lah kamu kembali setelah dibangkitan”. Maksudnya bahwa kita hidup dimuka bumi ini tidak abadi, tetapi hanya sebatas menyebrang, maka tidak baik jika kita menjadikan kehidupan bumi sebagai tujuan utama. Akan tetapi tempat tinggal didunia hanyalah sebagai sarana untuk mencari bekal bagi alam yang lebih abadi.kedudukan alam dunia hanya sebagai jembatan penyeberangan, bukan tempat tinggal yang sebenarnnya.

Ayat 15 dari surat Al Mulk ini mencakup segala permasalahan seperti ketuhanan, keesaan, kemampuan, kebijaksanaan, dan kelembutan Allah. Ayat ini juga mengingatkan tentang nikmat dan kebaikanNya, serta peringatan kepada manusia bahwa kehidupan dunia tidaklah abadi, tetapi hanya sementara, maka sebaiknya kita cepat-cepat berjalan menuju surgaNya yang abadi.
Ayat diatas juga menjelaskan tentang pengetahuan dan keesaan Allah mengeingatkan akan nikmatNya, menyerukan agar kita bersiap-siap menghadapNya serta penjelasan bahwa Allah menjadikan dunia ini seakan-akan tidak ada, dan akan menghidupkan kembali penghuninya setelah mereka meninggal dunia, serta kepadaNyalah mereka akan kembali setelah dibangkitkan.

Al Fawaid, Ibnu Qoyyim Al jauziyah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar